Selasa, 03 Oktober 2017

kisah sahabat Nabi yang bertemu bidadari tercantik


KISAH SAHABAT NABI BERTEMU BIDADARI YANG TERCANTIK
Bidadari merupakan hadiah yang Allah berikan bagi penghuni surga. Tidak ada wanita manapun yang bisa menandingi  kecantikannya. Mereka tidak pernah disentuh oleh jin dan manusia. Merekalah mutiara yang tersimpan. Menurut riwayat, seandainya mereka meludah kelautan satu kali saja maka niscaya seluruh air laut didunia ini akan menjadi wangi kasturi.
SUBHANALLAH…
Sungguh luar biasa ciptaan Allah yang bernama bidadari ini. Namun diantara bidadari yang begitu cantik jelita tersebut, masih ada bidadari yang lebih cantik dari pada seluruh bidadari yang ada disurga. Bidadari itu bernam Ainun mardiyah, sungguh tidak dapat dibayangkan betapa amat sangat cantiknya bidadari tersebut. Didalam riwayat imam tarmizi mengisahkan tentang sahabat nabi dengan bidadari Ainun mardiyah. Berikut kisahnya:
Ketika pagi hari di bulan ramadhan, nabi sedang memberikan thargib (semangat unutk berjihad) kepada pasukan islam. Nabi pun bersabda, “sesungguhnya orang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul mardhiah,  bidadari paling cantik disurga.” Salah satu sahabat nabi yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul mardhiah. Waktu zuhur sebentar lagi, sesuai sunnah rasul, para sahabat dipersilahkan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi. Didalam mimpinya dia berada ditempat yang sangat indah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia pun bertanya kepada wanita tersebut “di manakah ini?”,”inilah surga” jawab wanita itu. Kemudian sahabat ini bertanya lagi “apakah anda Ainul mardhiah?”,”bukan, saya bukan Ainul mardhiah, kalau anda ingin bertemu dengan Ainul mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu”. Didapatinya oleh sahabat itu  seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat. “apakah anda Ainul mardhiah?”,”bukan, saya ini penjaganya, kalau anda ingin bertemu dengannya di sanalah singgah sananya”. Lalu sahabat inipun pergi ke singgah sana tersebut dan sampailah kesuatu mahligal. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat inipun memberanikan diri untuk bertanya. “apakah anda Ainul mardhiah?”,”bukan, saya bukan Ainul mardhiah. Saya penjaganya di mahligal ini. Jika anda ingin menemuinya, temuilah ia dimahligal itu.” Pemuda itu pun beranjak dan sampailah kemahligal yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itupun bertanya “apakh anda Ainul mardhiah?”, “ya benar, saya Ainul mardhiah”. Pemuda itupun mendekat, tetapi Ainul mardhiah menghindar dan berkata “anda bukan seorang yang mati sayhid”. Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Diapun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaanya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.
Komando jihad pun menggelora, sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul mardhiah . ia pun akhirnya mati syahid.
Dipetang hari ketika bulan puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat pemuda ini, dan nabi pun bersabda “sekarang ia bahagia bersama Ainul mardhiah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar